Iklan

Bupati Natsir Ali Perjuangkan Pembangunan Pelabuhan, Ajukan 12 Titik Studi Perencanaan ke Kemenhub

Andi Malik
14.1.26, Januari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-01-14T05:13:53Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

LINTASSELAYAR — Upaya Bupati Kepulauan Selayar, H. Muhammad Natsir Ali, dalam memperjuangkan peningkatan konektivitas dan pembangunan infrastruktur transportasi laut terus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. 

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar mendorong dilakukannya studi perencanaan pelabuhan sebagai langkah awal mewujudkan pelayanan transportasi laut yang layak, aman, dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah kepulauan.

Sebagai daerah kepulauan dengan 132 pulau dan garis pantai sepanjang kurang lebih 250 kilometer, Selayar memiliki ketergantungan tinggi terhadap moda transportasi laut. Kondisi tersebut menjadikan pelabuhan sebagai infrastruktur vital yang tidak hanya menunjang mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak utama sektor perikanan, pariwisata maritim, dan distribusi logistik.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Bupati Kepulauan Selayar untuk membuka keterisolasian wilayah kepulauan serta meningkatkan konektivitas antar pulau, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, perikanan, dan pariwisata maritim.

Bupati Natsir Ali secara khusus mengusulkan 12 lokasi yang dinilai strategis untuk dilakukan studi perencanaan pelabuhan, tersebar di sejumlah kecamatan kepulauan, di antaranya Kecamatan Takabonerate, Bontosikuyu, Pasimasunggu, Pasimasunggu Timur, Bontomanai, dan Pasilambena.

“Ini adalah ikhtiar pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat kepulauan mendapatkan akses transportasi laut yang layak, aman, dan berkelanjutan. Pelabuhan bukan hanya soal dermaga, tapi urat nadi ekonomi dan pelayanan dasar masyarakat,” tegas Bupati

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Selayar, Drs. Suardi, menegaskan bahwa pengajuan studi perencanaan ini merupakan langkah strategis dan sangat dibutuhkan daerah kepulauan seperti Selayar.

“Studi perencanaan pelabuhan ini adalah fondasi awal sebelum pembangunan fisik dapat dilakukan. Tanpa perencanaan yang matang, mustahil pelabuhan bisa berfungsi optimal dan berstandar keselamatan pelayaran,” ujar Suardi pada Rabu (14/1/2026)

Ia menambahkan, keberadaan pelabuhan yang terencana dengan baik akan berdampak langsung pada penurunan biaya logistik, peningkatan arus barang dan penumpang, serta memperkuat posisi Selayar sebagai penghubung jalur laut di kawasan Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Pemkab Kepulauan Selayar berharap Kementerian Perhubungan RI dapat memberikan perhatian dan dukungan penuh atas usulan tersebut, sebagai bagian dari upaya bersama membangun Indonesia dari wilayah kepulauan.

Adapun 12 lokasi yang diusulkan meliputi Pulau Pasitallu Timur, Pulau Tarupa, Pulau Latondu, Pulau Tambolongan, Appatanah, Pulau Polassi, Pulau Karumpa, Labuan Nipayya, Pulau Lambego (dua lokasi), Biroda, dan Ujung Jampea.

Kadis Perhubungan kembali menegaskan bahwa seluruh usulan tersebut telah disampaikan secara langsung oleh Bupati Kepulauan Selayar kepada Kementerian Perhubungan RI. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar juga telah menindaklanjutinya melalui pengajuan dokumen dan persuratan resmi sebagai dasar administrasi dan teknis untuk pelaksanaan studi perencanaan pelabuhan.
 (HUMAS)
Komentar

Tampilkan

Terkini