LS—Sebanyak 40 calon siswa (casis) Polri Tahun Anggaran 2026 mengikuti pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas bersama panitia dan orang tua/wali dalam rangka penerimaan terpadu anggota Polri yang digelar Polres Kepulauan Selayar secara virtual bersama Polda Sulawesi Selatan, Selasa (31/03/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Endra Dharmalaksana Mapolres Kepulauan Selayar tersebut, menjadi bagian dari tahapan awal seleksi terpadu Polri yang mengedepankan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH), dengan melibatkan panitia, peserta, serta orang tua sebagai bentuk komitmen bersama menjaga integritas proses seleksi.
Berdasarkan data panitia, 40 casis tersebut terdiri dari 1 calon Taruna Akpol, 33 Bintara PTU, 2 Bintara Intelijen, 2 Bintara Polair, serta masing-masing 1 orang untuk Bintara kompetensi khusus peternakan dan gizi.
Kabag SDM Polres Kepulauan Selayar Kompol Hendra Suyanto, S.Sos., M.H. menjelaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara sistematis dan berjenjang, dimulai dari pendaftaran online dan verifikasi pada 9 hingga 30 Maret 2026.
“Setelah penandatanganan pakta integritas ini, tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan administrasi awal atau Rikmin awal yang akan dilaksanakan pada 2 April 2026 di tingkat Polres,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa setiap proses seleksi dilakukan dengan pengawasan ketat, baik internal maupun eksternal, guna menjamin transparansi dan objektivitas.
“Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, diawasi secara berlapis, serta mengedepankan prinsip BETAH sehingga hasil seleksi benar-benar objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil menegaskan bahwa penandatanganan pakta integritas merupakan komitmen moral seluruh pihak dalam menjaga integritas proses seleksi.
“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen bersama antara panitia, peserta, dan orang tua untuk memastikan seleksi berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” tegasnya.
Kapolres juga mengingatkan para casis agar tidak mudah terpengaruh oleh praktik percaloan serta tetap mengandalkan kemampuan diri dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.
“ Jangan Percaya Calo, sudah banyak yang tertipu, belajar, berlatih dan berdoa” kata Kapolres.
Kapolres juga mengingatkan pentingnya dukungan dan doa orang tua sebagai bagian dari keberhasilan peserta dalam mengikuti seleksi.
(Humas Polres)


